Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Asal Usul Jakarta, Perjalanan...
BERITA

Asal Usul Jakarta, Perjalanan Panjang dari Sunda Kelapa hingga Metropole

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 22 Juni 2025
Pemandangan lanskap perkotaan Jakarta sebagai pusat megapolitan modern Indonesia

Pemandangan lanskap perkotaan Jakarta sebagai pusat megapolitan modern Indonesia

Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau DKI Jakarta memegang peranan vital sebagai pusat bisnis, politik, serta kebudayaan Indonesia sekaligus daerah otonom setingkat provinsi. Wilayah megapolitan yang mendapat julukan The Big Durian ini memiliki luas wilayah daratan sekitar 664,01 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 11 juta jiwa pada akhir tahun 2024. Berdasarkan analisis tim redaksi, jejak sejarah mencatat bahwa kota besar ini mengalami transformasi luar biasa dari sebuah bandar pelabuhan kuno hingga menjadi pusat aktivitas nasional serta kedudukan lembaga penting termasuk sekretariat ASEAN.

Jejak historis wilayah ini berakar jauh ke belakang sejak masa Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 masehi melalui pelabuhan Sundapura yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Pengamatan awak media menunjukkan bahwa pelabuhan tersebut kemudian dikenal luas sebagai Sunda Kelapa pada era Kerajaan Sunda dan menjadi titik perdagangan sibuk bagi kapal-kapal asing dari Tiongkok, India Selatan, hingga Timur Tengah. Komoditas rempah-rempah menjadi daya tarik utama yang ditukar dengan porselen, sutra, serta berbagai barang berharga lainnya dari pedagang mancanegara.

Pergantian nama dan kekuasaan mewarnai perjalanan wilayah ini secara dinamis dari masa ke masa mengikuti dinamika politik nusantara. Pasukan gabungan Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah merebut pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527 dan mengubah namanya menjadi Jayakarta yang berarti kota kemenangan atau kejayaan. Momentum penaklukan tersebut kemudian diabadikan sebagai hari jadi kota yang saat ini dirayakan setiap tahunnya.

Babak baru kekuasaan kolonial dimulai ketika VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta pada tahun 1619 dan mengganti nama wilayah tersebut menjadi Batavia. Selama masa kolonisasi Belanda, Batavia berkembang pesat menjadi kota penting di Hindia Belanda dengan mendatangkan banyak pekerja dari berbagai wilayah Nusantara dan luar negeri yang kelak membentuk komunitas masyarakat Betawi. Pengaruh arsitektur serta tata kota kolonial seperti kawasan Kota Tua masih dapat disaksikan hingga hari ini.

Memasuki era pendudukan Jepang pada tahun 1942, nama Batavia kembali diubah menjadi Djakarta demi menarik simpati penduduk di tengah berkecamuknya Perang Dunia II. Kota penting ini menjadi saksi bisu peristiwa paling krusial bagi bangsa Indonesia saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Status administratif wilayah ini kemudian terus berkembang dari bagian Provinsi Jawa Barat hingga resmi bertransformasi menjadi daerah khusus tingkat satu yang dipimpin oleh seorang gubernur.

Topics
jakarta sejarah jakarta sunda kelapa batavia jayakarta dki jakarta fatahillah pusat pemerintahan megapolitan indonesia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.