AstraZeneca menghentikan studi fase III uji klinis obat bispesifik volrustomig yang diuji tanding melawan Keytruda produksi MSD pada pengobatan kanker paru bukan sel kecil setelah dinilai tidak mungkin menunjukkan keunggulan. Keputusan penghentian ini diambil berdasarkan hasil tinjauan komite pemantau independen terhadap data studi eVOLVE-Lung02 yang melibatkan pasien dengan karakteristik tumor tertentu.
Analisis data menunjukkan bahwa kombinasi volrustomig dengan kemoterapi tidak berpeluang memenuhi target utama kelangsungan hidup tanpa perkembangan penyakit maupun kelangsungan hidup secara keseluruhan pada populasi pasien uji klinis. Meskipun demikian, profil keamanan obat tersebut dilaporkan konsisten dengan catatan medis sebelumnya tanpa kemunculan sinyal bahaya baru bagi pasien.
Susan Galbraith selaku wakil presiden eksekutif onkologi dan hematologi R&D AstraZeneca menyatakan penyesalannya atas hasil studi yang belum sesuai harapan awal. Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus memetik pelajaran dari uji klinis ini guna mengembangkan inovasi pengobatan kanker lainnya melalui jalur pipa perusahaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, penghentian studi ini terjadi bersamaan dengan pengumuman keberhasilan dua uji klinis tahap akhir lainnya oleh perusahaan farmasi tersebut pada lini pengobatan kanker yang sama. Peningkatan performa pada produk terapi lain turut mendongkrak pergerakan saham perusahaan di pasar global secara tipis.
Strategi MSD Hadapi Berakhirnya Paten Eksklusivitas Keytruda
Sementara itu, pihak MSD kini tengah berupaya keras mencari produk pengganti baru guna mengantisipasi berakhirnya masa hak paten eksklusivitas obat andalan mereka dalam waktu dekat. Penjualan Keytruda tercatat mencapai angka 31,7 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025 dan menjadi produk terlaris di pasar farmasi global.
Meskipun perkiraan pasar menunjukkan tren peningkatan pendapatan hingga mencapai 35,5 miliar dolar pada tahun 2027, berakhirnya masa perlindungan paten pada tahun 2028 diprediksi akan berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan. Kontribusi penjualan obat tersebut sempat menyumbang sekitar 46 persen dari total pemasukan perusahaan pada periode tahun 2024 lalu.
Sebagai langkah mitigasi atas potensi penurunan pendapatan tersebut, jajaran manajemen MSD telah merancang strategi peluncuran 20 produk baru yang dinilai memiliki potensi pendapatan besar di masa depan. Direktur utama perusahaan, Robert Davis, sebelumnya telah memaparkan rencana strategis ini dalam konferensi tahunan para investor di awal Januari.
Upaya diversifikasi portofolio obat dan peluncuran produk inovatif baru menjadi kunci utama bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang setelah kedaluwarsa paten produk unggulan mereka. Persaingan industri farmasi global pun dipastikan semakin ketat seiring upaya perusahaan-perusahaan besar dalam menemukan terapi medis pengganti yang efektif.