Berdasarkan laporan yang dimuat oleh RĂ¡dio Itatiaia, maskapai penerbangan Latam secara resmi mengonfirmasi bahwa data pribadi sejumlah pelanggan telah terekspos akibat adanya celah keamanan siber. Insiden kebocoran tersebut terdeteksi oleh pihak internal perusahaan pada tanggal 29 Juli lalu.
Dalam keterangannya, pihak manajemen menjelaskan bahwa insiden ini melibatkan kebocoran informasi personal serta data sebagian dari kartu kredit milik penumpang. Data pribadi yang berpotensi diakses oleh pihak tidak bertanggung jawab mencakup nama lengkap, alamat tempat tinggal, alamat email, nomor telepon, hingga tanggal lahir.
Selain informasi identitas diri, data yang berkaitan dengan program loyalitas Latam Pass turut terdampak. Informasi tersebut meliputi nomor keanggotaan, kategori level member, jumlah poin yang memenuhi syarat, hingga total saldo mil yang dimiliki oleh para pelanggan setia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTerkait informasi finansial, perusahaan memastikan bahwa data kartu kredit yang terekspos hanya sebatas enam digit awal, empat digit akhir, jenis jaringan kartu, nama pemegang kartu, serta masa berlaku. Sementara itu, nomor lengkap kartu, kode keamanan atau CVV, serta kata sandi dipastikan aman dan tidak ikut bocor.
Menanggapi insiden serius ini, Latam menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Badan Perlindungan Data Nasional atau ANPD. Pihak maskapai juga mengeklaim telah merampungkan serangkaian analisis teknis secara menyeluruh pada catatan sistem sebelum akhirnya memutuskan untuk mengumumkan kasus ini ke publik.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak Latam mengimbau seluruh pelanggan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penipuan. "Karena beberapa informasi kontak telah divisualisasikan, kami mengarahkan perhatian ganda pada potensi upaya pesan atau panggilan palsu," demikian pernyataan resmi perusahaan sebagaimana dikutip dari laporan media.
Pihak manajemen juga kembali menegaskan kepada masyarakat dan pelanggan setia agar tidak pernah membagikan kata sandi akun, kode verifikasi SMS, ataupun data lengkap kartu kredit melalui sambungan telepon maupun aplikasi pesan instan kepada pihak mana pun.