Sebagaimana diwartakan oleh media lokal, ketegangan politik di Argentina kembali memanas menyusul insiden penembakan yang menimpa seorang pengacara wanita bernama Nadia Beller di Santa Cruz de la Sierra, Bolivia. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik karena menyeret figur lingkaran politik tingkat tinggi.
Berdasarkan laporan media CartaCapital, kasus tersebut berpotensi memicu gelombang krisis baru bagi pemerintahan Presiden Javier Milei. Sorotan utama tertuju pada tokoh politik asal Argentina, Fernando Cerimedo, yang kini ditangkap atas dugaan sebagai dalang di balik serangan terhadap mantan pasangannya tersebut.
Cerimedo sendiri dikenal sebagai figur berpengaruh dalam lingkaran politik sayap kanan di kawasan Amerika Latin. Ia pernah memegang peran strategis dalam mengelola strategi digital kampanye pencalonan Javier Milei menuju kursi kepresidenan di Casa Rosada.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam keterangannya kepada surat kabar Pagina/12 yang berbasis di Buenos Aires, Nadia Beller yang masih menjalani perawatan medis mengungkapkan bahwa dirinya menyimpan sejumlah rekaman penting. Ia menyebutkan bahwa Cerimedo sempat beberapa kali membicarakan dugaan praktik korupsi di dalam pemerintahan.
Pernyataan tersebut kembali menghidupkan polemik lama terkait dugaan korupsi pada lembaga Badan Nasional Disabilitas atau Andis. Isu ini sebelumnya sempat mencuat ke permukaan setelah beredarnya rekaman audio yang mengaitkan lingkaran dekat kepresidenan dengan penyelewengan dana pengadaan obat-obatan.
Hingga kini, desakan dari berbagai pihak di parlemen terus mengalir agar aparat penegak hukum segera mendengarkan kesaksian langsung dari Nadia Beller guna mengusut tuntas aliran informasi serta rekaman sensitif yang diklaim berada di tangannya.