Berdasarkan laporan media, Presiden Ukraina Volodimir Zelensky mengungkapkan bahwa pasukan Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran yang menggabungkan berbagai jenis rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke sejumlah wilayah penting di negaranya.
Sebagaimana diwartakan, gempuran tersebut menyasar infrastruktur sipil dan mengakibatkan kerusakan parah di Kiev serta wilayah Odesa dan Chernihiv. Bangunan tempat tinggal, sebuah rumah sakit anak, hingga fasilitas sekolah dilaporkan turut menjadi korban hantaman bom.
Mengutip keterangan resmi dari sang presiden, insiden mematikan ini merenggut nyawa sedikitnya 14 orang, dengan 12 korban jiwa tercatat di ibu kota Kiev. Selain itu, puluhan warga lainnya mengalami luka-luka dan harus segera mendapatkan perawatan medis darurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWali Kota Kiev Vitali Klitschko menyatakan bahwa tim penyelamat langsung dikerahkan ke berbagai titik lokasi kebakaran dan reruntuhan bangunan akibat ledakan hebat tersebut. Saksi mata di lapangan bahkan melaporkan terdengar belasan suara ledakan keras di penjuru kota.
Menanggapi eskalasi serangan yang kian masif ini, Zelensky kembali melayangkan desakan keras kepada komunitas internasional untuk segera mengirimkan tambahan sistem pertahanan udara. Menurutnya, Ukraina sangat membutuhkan bantuan pencegat rudal Patriot demi menyelamatkan nyawa warga sipil dari ancaman lanjutan.
Dampak dari pertempuran sengit ini juga dirasakan oleh negara-negara tetangga anggota NATO. Otoritas Polandia dan Rumania terpaksa mengerahkan jet tempur guna mengamankan wilayah udara mereka setelah mendeteksi adanya pergerakan objek mencurigakan di dekat perbatasan.
Di sisi lain, ketegangan militer ini terus berlanjut di tengah upaya diplomasi yang masih menemui jalan buntu. Pemerintah Ukraina sebelumnya telah menyerahkan proposal perdamaian kepada negosiator Amerika Serikat, sementara pihak Moskow menyatakan belum menerima rancangan konkret apa pun terkait perundingan lanjutan.