Sebagaimana diwartakan oleh La Voz Digital, Kepolisian Nasional Spanyol baru-baru ini berhasil membongkar jaringan sindikat penyelundupan migran gelap yang beroperasi di jalur perairan berbahaya Selat Gibraltar.
Dalam salah satu operasi penyelidikan, petugas mengungkap kisah tujuh migran yang harus berdesakan di dalam perahu sempit berukuran lima meter tanpa mengenakan baju pelampung selama lima jam di tengah laut.
Berdasarkan laporan media tersebut, perjalanan klandestin itu dilakukan pada malam hari di tengah cuaca buruk, kabut tebal, serta terjangan ombak dingin yang membuat para penumpang mengalami hipotermia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerahu maut tersebut akhirnya berhasil dicegat oleh aparat keamanan sekitar pukul 04.00 dini hari di kawasan pantai El Burgo, La Linea de la Concepción, setelah menempuh jarak pelayaran sejauh kurang lebih 40 kilometer.
Mengutip laporan kepolisian setempat, sang pengorganisir perjalanan mematok tarif fantastis sebesar 8.000 hingga 9.000 euro per orang, yang berarti sindikat ini mampu meraup puluhan ribu euro dalam satu kali perjalanan saja.
Selain kasus penyeberangan tersebut, investigasi terpisah juga berhasil mengendus keberadaan jaringan lain yang menyelundupkan perahu kecil dari pantai Cadiz menuju Ceuta untuk menjemput para migran.
Jaringan kriminal ini diketahui menggunakan berbagai cara licik, mulai dari merekrut pilot perahu berpengalaman untuk melakukan manuver berbahaya hingga menyediakan tempat persembunyian sementara.
Dikutip dari sumber yang sama, pihak kepolisian akhirnya meringkus total lima orang tersangka dalam dua operasi berbeda yang melibatkan koordinasi ketat antar unit kepolisian di pesisir Andalusia.