Blackout Kalimantan yang melanda sejumlah wilayah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia langsung menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, pemadaman listrik masif di Pulau Kalimantan tersebut bukan disebabkan oleh defisit pasokan energi primer untuk pembangkit, melainkan murni akibat kendala pada pemeliharaan jaringan transmisi yang memerlukan penanganan cepat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Di dalam pembahasan itu, salah satu di antaranya kami bahas adalah persoalan PLN ya, persoalan listrik yang kami harus akui di beberapa wilayah khususnya di Kalimantan masih ada pemadaman-pemadaman beberapa titik," ujar Bahlil kepada awak media memberikan penjelasan.
Menanggapi laporan tersebut, tim redaksi mengamati bahwa pemerintah bergerak cepat merespons keresahan masyarakat demi memastikan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.
"Dan karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik," tegas Bahlil mengakhiri keterangan persnya di hadapan para wartawan.