Bakteri pemakan daging Vibrio vulnificus merenggut lima nyawa di Louisiana sepanjang tahun ini dalam lonjakan kasus sangat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Departemen Kesehatan Louisiana mencatat total sembilan kasus infeksi telah dilaporkan, dengan seluruh korban meninggal dunia memiliki riwayat kondisi medis penyerta.
Berdasarkan analisis tim redaksi, peningkatan temperatur air laut menjadi pemicu utama perkembangbiakan bakteri berbahaya ini di wilayah pesisir hangat. Otoritas kesehatan setempat mendesak para pengunjung pantai agar meningkatkan kewaspadaan ekstra sebelum memutuskan turun ke dalam air laut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), infeksi menular ini umumnya menyerang ketika air laut terkontaminasi masuk melalui luka terbuka pada kulit. Selain itu, penularan juga bisa terjadi akibat konsumsi kerang mentah atau kurang matang.
Meskipun infeksi tergolong jarang terjadi, bakteri ganas ini mampu memicu penyakit vibriosis dengan gejala awal berupa muntah, diare, serta nyeri perut hebat. Mengutip keterangan resmi pejabat kesehatan, sekitar satu dari lima pasien terinfeksi berisiko mengalami kematian dalam kurun waktu satu hingga dua hari.
Pasien dengan kondisi sistem kekebalan tubuh lemah atau menderita penyakit hati kronis menghadapi risiko komplikasi jauh lebih tinggi. Kasus parah bahkan berpotensi berkembang menjadi necrotizing fasciitis, kondisi ketika jaringan daging di sekitar luka terbuka membusuk dan mati.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menghindari aktivitas berenang di air asin hangat apabila memiliki luka gores atau sayatan baru pada tubuh. Penanganan medis cepat menggunakan antibiotik serta prosedur pembedahan pengangkatan jaringan mati menjadi kunci utama menyelamatkan nyawa pasien.