Sebagaimana diwartakan oleh media IDN Times Jateng, proses eksekusi Hotel Kencana Sari yang terletak di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendadak berujung ricuh.
Berdasarkan laporan di lapangan, ketegangan yang semula terkendali berubah menjadi bentrokan fisik antara ratusan massa pendukung Rheza Paleva dan aparat kepolisian yang berjaga.
Eksekusi tersebut sejatinya dimulai pada pagi hari dengan agenda pembacaan penetapan oleh pihak Pengadilan Agama Purwokerto di hadapan warga dan para pendukung yang berkumpul.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip informasi dari pihak kepolisian dan saksi mata, kericuhan pecah ketika petugas hendak memasang pengunci pada objek sengketa dan menyerahkan kunci kepada pihak pemohon, Aris Setyowiyati.
Aksi dorong-mendorong tidak terhindarkan setelah massa menolak keras upaya penguncian tersebut, yang kemudian direspon oleh aparat dengan pembubaran paksa demi mengamankan lokasi.
Setelah sekitar 45 menit situasi yang mencekam, aparat kepolisian akhirnya berhasil menguasai area sekitar hotel dan melanjutkan proses penyerahan kunci kepada pihak pemohon.
Kuasa hukum pihak pemohon menyayangkan terjadinya insiden kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa proses hukum yang dijalankan sudah berada dalam koridor putusan yang berkekuatan hukum tetap.
Di sisi lain, pihak kuasa hukum Rheza Paleva menilai bahwa kericuhan ini terjadi akibat amar putusan yang dieksekusi dinilai kurang memiliki kejelasan perintah penghukuman secara spesifik.
Meskipun sempat terjadi bentrokan yang memanaskan situasi, kedua belah pihak menyatakan masih membuka peluang untuk menempuh jalur penyelesaian secara kekeluargaan.
Hingga Kamis malam, aparat kepolisian dari Polres Banyumas dilaporkan masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi susulan.