Sebagaimana diwartakan dalam laporan media lokal, puluhan warga yang tergabung dalam Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri secara damai setelah melangsungkan aksi unjuk rasa panjang di depan kantor PT SAS, Jalan Lintas Mendalo - Bulian, Kabupaten Muaro Jambi.
Aksi protes yang menarik perhatian publik tersebut diketahui berlangsung selama dua hari satu malam penuh. Dalam kurun waktu tersebut, massa aksi nekat mendirikan tenda darurat di pinggir jalan lintas demi memperjuangkan tuntutan mereka agar didengar oleh manajemen perusahaan.
Kendati massa telah bertahan hingga bermalam di lokasi aksi, laporan menyebutkan bahwa belum ada satupun perwakilan dari pihak manajemen PT SAS yang hadir untuk menemui ataupun menampung aspirasi yang disuarakan oleh warga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun tidak membuahkan pertemuan langsung dengan pihak perusahaan, situasi keamanan di lapangan dilaporkan tetap terkendali dan kondusif. Salah satu perwakilan warga menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran aparat kepolisian yang telah mengawal jalannya aksi.
"Terima kasih pengamanannya pak, apa yang kami lakukan merupakan bentuk pendapat di muka umum atau aspirasi masyarakat. Kami berharap dari BPR maupun warga agar Bapak-Bapak (polisi) dapat memfasilitasi terkait apa yang menjadi aspirasi kami," ujar perwakilan warga di lokasi, sebagaimana dikutip dari laporan berita.
Menanggapi aksi tersebut, Kasat Samapta Polres Muaro Jambi, AKP Faisal, turut memberikan apresiasi atas kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Pihak kepolisian bersyukur seluruh rangkaian aksi penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman hingga akhirnya massa membubarkan diri secara mandiri.