Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi likuiditas pasar uang dan perbankan. Salah satu langkah utama yang akan terus digenjot adalah penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang diarahkan untuk menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Direktur Eksekutif Senior Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa posisi SRBI saat ini berada dalam tren yang lebih terkendali. Pihaknya memastikan instrumen ini akan terus dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas.
"Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya bank sentral untuk menjaga stabilitas moneter, terutama dalam menghadapi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut BI, penguatan stabilitas nilai tukar menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Di tengah tingginya ketidakpastian global, BI menilai stabilisasi rupiah harus terus diperkuat. Hal ini dinilai krusial tidak hanya untuk mencapai sasaran inflasi, tetapi juga untuk mendorong roda kegiatan ekonomi nasional agar tetap bergerak positif.