Kabayan News Kabayan News
/home / berita / BI Tegaskan Transaksi Digital Tidak...
BERITA

BI Tegaskan Transaksi Digital Tidak Akan Gantikan Uang Rupiah Fisik

By Bambang Prasetyo 3 min read 20 Agustus 2026
Bank Indonesia pastikan transaksi digital dan uang fisik rupiah tetap berdampingan sebagai alat pembayaran sah

Bank Indonesia pastikan transaksi digital dan uang fisik rupiah tetap berdampingan sebagai alat pembayaran sah

Di tengah arus digitalisasi yang kian tak terbendung, Bank Indonesia (BI) memberikan kepastian mengenai eksistensi uang fisik di tanah air. Meskipun transaksi digital mencatatkan lonjakan signifikan, penggunaan uang rupiah kartal dipastikan tidak akan tergantikan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bank Indonesia, volume transaksi pembayaran digital pada Juli 2026 menembus angka 5,5 miliar, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan ini ditopang kuat oleh massifnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan masyarakat.

Sebagai perbandingan, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada periode yang sama tumbuh 15,10 persen secara tahunan menjadi Rp 1.314 triliun. Sebagaimana diwartakan oleh media, Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali menekankan bahwa kedua instrumen ini bukan merupakan pengganti satu sama lain.

"Digital dan uang rupiah secara fisiknya atau secara perekonomian bukan merupakan pengganti, tapi merupakan pelengkap," ujar Ricky dalam konferensi pers, Kamis (20/8).

Menurutnya, Bank Indonesia sengaja mendorong digitalisasi tanpa meninggalkan rupiah kartal untuk memberikan keleluasaan bagi masyarakat. Langkah ini diambil agar publik memiliki banyak opsi dalam bertransaksi yang cepat, murah, serta aman, guna mendukung roda pertumbuhan ekonomi nasional.

Ricky mengakui bahwa ada tren pelandaian dalam pertumbuhan penggunaan uang kartal seiring dengan adopsi teknologi pembayaran yang kian masif. Namun, ia menegaskan bahwa BI berkomitmen untuk tetap menjaga ketersediaan uang rupiah yang layak edar di seluruh pelosok negeri, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Lebih jauh, Bank Indonesia terus menggalakkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak melupakan esensi rupiah yang bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan negara yang harus dirawat dan dijaga di tengah beragamnya pilihan metode transaksi modern.

Topics
bank indonesia transaksi digital uang kartal ekonomi indonesia qris digitalisasi rupiah
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.