Faisal Basri merupakan ekonom senior, politikus, dan akademisi Indonesia yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya sebagai pengajar serta peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sejak tahun 1981. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance serta aktif memegang berbagai posisi strategis pemerintahan.
Perjalanan intelektual pria berdarah Angkola ini bermula ketika ia memilih masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1978 dan kemudian meraih gelar Master of Arts dari Universitas Vanderbilt. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kepakaran Faisal di bidang ekonomi politik membawanya dipercaya mengemban jabatan penting, mulai dari anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden Abdurrahman Wahid hingga Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain aktif di dunia akademik dan birokrasi, cucu dari Wakil Presiden Adam Malik ini juga merambah dunia politik praktis dengan turut membidani kelahiran Partai Amanat Nasional serta pernah maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta jalur independen. Kiprahnya sebagai pengamat ekonomi nasional selalu diwarnai sikap kritis dan independen terhadap berbagai kebijakan pemerintah dari masa ke masa.
Faisal Basri tutup usia pada 5 September 2024 di Rumah Sakit Mayapada Jakarta dalam usia 64 tahun setelah berjuang melawan penyakit jantung dan diabetes. Mengutip laporan kenangan dari berbagai tokoh nasional seperti Sri Mulyani hingga Dahlan Iskan, mendiang dikenang sebagai sosok ekonom nasionalis yang memiliki integritas tinggi serta kesederhanaan semasa hidupnya.