Georgi Valentinovich Plekhanov lahir di desa Gudalovka, Kegubernuran Tambov, Rusia, pada 11 Desember 1856. Ia berasal dari keluarga bangsawan keturunan Tatar Volga dengan latar belakang militer yang cukup disiplin. Perjalanannya dari seorang revolusioner populis hingga menjadi bapak pendiri Marxisme Rusia menandai era baru dalam pemikiran politik bangsa tersebut.
Pada masa mudanya, ia menempuh pendidikan di Akademi Militer Voronezh dan mulai terpapar oleh ide-ide radikal serta sastra kritis. Ketertarikannya pada perubahan sosial membawanya meninggalkan karier militer dan bergabung dengan gerakan revolusioner bawah tanah. Pengalaman ini membentuk landasan intelektual yang kuat bagi pemikirannya di kemudian hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePlekhanov memainkan peran krusial dalam mendirikan kelompok Emansipasi Buruh pada tahun 1883, yang menjadi organisasi politik Marxis Rusia pertama. Kontribusinya dalam menerjemahkan prinsip-prinsip Marxis ke dalam konteks sosial-politik Rusia sangat instrumental dalam mengedukasi generasi revolusioner berikutnya. Ia juga aktif dalam mendirikan surat kabar Iskra bersama Vladimir Lenin.
Meskipun pada akhirnya ia mengambil sikap politik yang berseberangan dengan kaum Bolshevik menjelang Revolusi Oktober, warisan intelektual Plekhanov tetap diakui secara luas. Kontribusinya terhadap materialisme historis dan filsafat menempatkannya sebagai salah satu pemikir Marxis paling berpengaruh pada masanya. Hingga kini, pemikirannya terus menjadi subjek studi penting dalam sejarah politik modern.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Georgi Plekhanov lahir dari pasangan Valentin dan Maria Feodorovna Plekhanov di lingkungan pedesaan Rusia. Ayahnya adalah seorang perwira militer yang kemudian mengelola tanah perkebunan keluarga dengan pendekatan yang keras dan disiplin. Sementara itu, ibunya merupakan sosok yang lembut, penuh kasih, dan berperan besar dalam menanamkan minat awal pada dunia literasi.
Pada usia sepuluh tahun, ia dikirim untuk mengenyam pendidikan di Akademi Militer Voronezh. Di lembaga tersebut, ia mendapat pengaruh besar dari para pengajar berhaluan liberal yang memperkenalkan karya-karya kritikus sastra radikal. Perkenalan ini menumbuhkan rasa empati yang mendalam terhadap penderitaan rakyat Rusia serta memicu peralihannya menjadi seorang ateis.
Setelah lulus dari akademi militer pada tahun 1873, ia sempat terdaftar di Sekolah Militer Konstantinovskoe di Saint Petersburg. Namun, minatnya yang semakin besar terhadap sastra dan ilmu sosial membuatnya memutuskan untuk keluar dan mempersiapkan diri masuk ke Institut Pertambangan. Keputusan ini mencerminkan semangat zaman yang dipengaruhi oleh positivisme dan sains.