Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Benteng Frederik Hendrik,...
BERITA

Profil Benteng Frederik Hendrik, Benteng Terbengkalai di Batavia

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi kawasan historis Benteng Frederik Hendrik di Batavia era kolonial

Ilustrasi kawasan historis Benteng Frederik Hendrik di Batavia era kolonial

Benteng Frederik Hendrik atau dikenal juga sebagai Benteng Prins Frederik merupakan salah satu peninggalan bersejarah berbentuk fortifikasi militer di Batavia yang kini menjadi wilayah Jakarta. Pemerintah kolonial Belanda membangun benteng tersebut pada tahun 1837 atas instruksi langsung dari Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch.

Sebelum berfungsi sebagai kawasan militer, area tapak benteng dulunya merupakan sebuah kedai minum yang berdiri sebelum tahun 1669. Sersan Mayor Herman van Baijen kemudian merenovasinya menjadi rumah peristirahatan pada tahun 1723, sebelum dialihfungsikan menjadi rumah sakit luar benteng kota.

Pemilihan lokasi tersebut didasari oleh kondisi geografis perbukitan rendah di pedalaman Batavia yang dianggap lebih sehat dan minim risiko penyakit malaria. Kompleks bangunan ini dikelilingi oleh tanah subur di antara dua cabang aliran Sungai Ciliwung.

Perancangan struktur benteng dikerjakan oleh Insinyur Kolonel Carel van der Wyck, sementara pelaksanaan konstruksinya dipimpin oleh Kapten Lucius Gerhard Johan George Schonermarck. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pangeran Willem Frederik Hendrik, anak dari Raja William II dari Belanda.

Keindahan Taman Wilhelmina dan Arsitektur Benteng

Jakarta

Seiring berjalannya waktu, benteng pertahanan ini tidak pernah sekalipun merasakan pertempuran langsung karena tidak ada serangan militer berarti ke Batavia hingga tahun 1942. Kompleks benteng ini akhirnya dibongkar sekitar tahun 1961 untuk pembangunan Masjid Istiqlal.

Masyarakat lokal pada masa kolonial kerap menjuluki bangunan bersejarah ini dengan sebutan Gedung Tanah. Keberadaannya kini hanya tinggal kenangan sejarah tata kota masa lalu di pusat ibu kota.

Area di sekitar Benteng Frederik Hendrik dikelilingi oleh kawasan hijau luas yang dinamakan Taman Wilhelmina untuk mengenang Ratu Wilhelmina. Taman seluas 9,32 hektar tersebut tercatat sebagai taman terbesar di Asia pada masa itu.

Dari segi rancang bangun, benteng ini mengusung bentuk dasar persegi dengan elemen selekok di setiap sudutnya. Jendela-jendela bangunan dirancang multifungsi sebagai lubang penempatan meriam pertahanan.

Topics
benteng frederik hendrik sejarah jakarta batavia hindia belanda taman wilhelmina masjid istiqlal arsitektur kolonial weltevreden
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.