BPJS Kesehatan secara resmi meluncurkan inovasi pelayanan terbaru bertajuk PIONIR (Proaktif, Inovatif, Observatif, Nyaman, Integratif, dan Responsif) di Kantor Cabang Mataram pada Rabu, 22 Juli 2026. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik agar lebih modern, humanis, serta berfokus pada kebutuhan para peserta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, konsep PIONIR membawa perubahan besar pada tata ruang dan alur pelayanan. Petugas kini bekerja secara jemput bola dan tidak lagi sekadar menunggu masyarakat di balik meja loket. Ruang pelayanan juga didesain lebih terbuka untuk memberikan kenyamanan ekstra kepada peserta yang hadir.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengungkapkan bahwa PIONIR dihadirkan guna mengubah stigma birokrasi yang selama ini dinilai kaku. "PIONIR hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis menjadi lebih humanis. Melalui PIONIR, kami mentransformasikan pola layanan dari yang sebelumnya reaktif menjadi lebih proaktif," ujar Akmal saat peresmian.
Menurut Akmal, integrasi sistem antrean digital dan konsep paperless membuat proses administrasi menjadi lebih efisien. Peserta cukup duduk manis tanpa perlu berpindah-pindah loket. Inovasi yang digagas oleh Kantor Cabang Mataram ini terbukti memangkas rata-rata waktu tunggu peserta secara drastis dari 25 menit menjadi hanya sekitar 7 menit, sehingga siap diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia.
Dari pantauan redaksi, jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif terobosan tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penguatan kualitas layanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Menurut Abul Chair, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan sering kali membawa beban kecemasan. "Ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan, mereka bukan hanya membawa berkas administrasi, tetapi membawa kecemasan dan harapan. Karena itu, bagaimana mereka diperlakukan secara manusiawi menjadi hal yang paling utama," tutur Abul Chair.
Ia juga merasa bangga karena NTB dipilih sebagai lokasi pionir penerapan sistem ini. Abul Chair menegaskan bahwa pelayanan publik di NTB harus terus mengedepankan prinsip kemudahan, kecepatan, dan kepuasan masyarakat melalui kolaborasi antarinstansi.