Sebagaimana diwartakan oleh media massa, Pemerintah Kabupaten Gresik kembali memperkuat perlindungan sosial bagi warganya yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi. Kali ini, fokus penyaluran bantuan diarahkan kepada ribuan warga di Kecamatan Dukun melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) serta bantuan pangan pemerintah.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan penyaluran tersebut dilangsungkan di Pendopo Kantor Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 263 Keluarga Penerima Manfaat tercatat menerima BLT DBHCHT, sementara ribuan warga lainnya mendapatkan alokasi bantuan pangan berupa beras untuk periode tertentu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga. Dalam menjalankan agenda tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Nur Fuad Indra Mitra, serta Pimpinan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Gresik Johan Riyadi beserta jajaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan resmi dari pemerintah daerah, langkah masif ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas instansi untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan. "Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dan PT Bulog cabang Surabaya, untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga stabilitas ketahanan pangan bagi masyarakat desil 1 sampai desil 4 yang ada di Kabupaten Gresik," ujar Gus Yani.
Lebih lanjut, alumnus Universitas Airlangga tersebut menegaskan bahwa dana alokasi cukai tembakau harus dikembalikan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat. Ia memastikan program tersebut tidak sekadar menjadi catatan anggaran, melainkan instrumen efektif dalam mendongkrak perekonomian kelompok rentan.
"Hari ini, BLT DBHCHT sebesar Rp900 ribu yang diserahkan sekaligus satu kali pencairan masing-masing akan diberikan kepada 263 KPM. Selain itu, bantuan pangan berupa beras 30 Kg mudah-mudahan meringankan beban hidup warga, memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal khususnya di wilayah-wilayah produktif seperti di Kecamatan Dukun," jelasnya.
Penyaluran bantuan ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan industri tembakau sekaligus menghadapi tantangan ekonomi. Para penerima manfaat mencakup buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, lansia, penyandang disabilitas, hingga warga prasejahtera.
"Bapak dan Ibu sekalian adalah bagian penting dari roda penggerak industri hasil tembakau yang turut menyumbang pendapatan negara. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan perlindungan pemerintah atas kerja keras saudara-saudara sekalian dalam menopang perekonomian keluarga," pungkasnya.