Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial bertajuk "Membina dan Berbagi" di Kabupaten Gianyar pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar ratusan kader kesehatan yang tersebar di dua lokasi strategis, yakni Balai Banjar Tiyingan di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, dan Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bunutan di Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah provinsi terhadap dedikasi para kader yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam melayani masyarakat. Tidak hanya sekadar berbagi, kegiatan ini juga bertujuan memantapkan pemahaman mengenai implementasi Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Menurut Sekretaris I TP Posyandu Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, transformasi layanan di wilayahnya kini telah terintegrasi dengan baik. "Implementasi Posyandu dengan pendekatan 6 SPM di Desa Bukian telah dilaksanakan sejak tahun 2025. Salah satu implementasi pada bidang sosial adalah pemberian sembako bagi ODGJ," ujarnya saat acara berlangsung di Balai Banjar Tiyingan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyebutkan bahwa bantuan yang digelontorkan mencapai total 4,7 ton beras, 9.450 butir telur, dan 318 kotak susu. Setiap kader yang hadir berhak menerima 30 kg beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Dwi Dewata menegaskan bahwa bantuan ini adalah bukti perhatian pemerintah terhadap pengabdian para kader di lapangan.
Lebih lanjut, Dwi Dewata menjelaskan bahwa sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, peran Posyandu kini telah meluas. Tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan, kader kini menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi dan keluhan warga terkait enam bidang SPM, mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban umum.
Sebagaimana diwartakan, para kader diharapkan tidak merasa terbebani dengan tanggung jawab teknis yang kompleks. "Tugas kader adalah menerima laporan masyarakat, melakukan verifikasi bersama perangkat desa terkait, mencatat dan melaporkannya secara berjenjang," tambah Dwi Dewata terkait peran krusial kader dalam alur birokrasi desa.
Sebagai langkah keberlanjutan, TP Posyandu Provinsi Bali berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader melalui program Bina Posyandu secara bertahap. Selain itu, mereka terus menggalakkan gerakan Kulkul Posyandu PKK untuk memupuk semangat gotong royong serta memantau ketat pengelolaan sampah berbasis sumber di seluruh wilayah Bali.