Cadangan devisa Indonesia turun tipis menjadi 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli seiring langkah Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Nilai cadangan tersebut tercatat berkurang 300 juta dolar AS dibandingkan posisi pada akhir Juni yang berada di angka 145,6 miliar dolar AS.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan posisi cadangan devisa tersebut mencerminkan penerimaan pajak serta devisa jasa, di samping hasil penerbitan global bond pemerintah.
Pengurangan cadangan devisa juga dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah intervensi bank sentral untuk stabilisasi rupiah.
"Bank Indonesia memandang tingkat cadangan devisa saat ini cukup untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," terang Ramdan.
Besaran cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh melampaui standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Pengamatan redaksi Kabayan News menyimpulkan ketahanan sektor eksternal domestik tetap terjaga solid berkat sokongan cadangan devisa yang melimpah dan berlanjutnya arus modal masuk.
Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat koordinasi bersama pemerintah guna memperkokoh ketahanan eksternal demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.