Celah keamanan kritis VMware vCenter dengan kode CVE-2026-59310 sedang diserang secara aktif dalam kampanye peretasan global untuk menyusupkan alat akses jarak jauh reverse SSH guna mengamankan akses persisten penyerang. Berdasarkan pengamatan Kabayan News dari laporan investigasi digital forensik, serangan ini menyasar ratusan alamat IP yang tersebar di puluhan negara di seluruh dunia.
Broadcom sebelumnya telah mengungkap kerentanan tersebut pada akhir Juli lalu sebagai celah direktori traversal berbahaya pada server vCenter Syslog. Kerentanan ini memungkinkan penyerang tanpa otentikasi mengeksekusi kode arbitrer melalui akses jaringan, sementara pihak vendor mendesak para administrator sistem untuk segera menerapkan pembaruan darurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerusahaan forensik digital dan respons insiden QUIRSO mencatat bahwa sistem yang disusupi mulai terhubung ke infrastruktur kendali peretas sejak awal Agustus, hanya berselang beberapa hari setelah tambalan keamanan dirilis. Kampanye ini berkembang sangat cepat dengan ratusan alamat IP korban baru yang terdeteksi dalam hitungan hari di berbagai belahan dunia.
Setelah berhasil mendapatkan akses ke sistem vCenter rentan, peretas langsung mengerahkan kerangka kerja sumber terbuka reverse_ssh guna membangun akses persisten. Koneksi tersebut menyediakan saluran perintah serta kontrol keluar yang sekaligus berfungsi untuk menembus tembok api atau pengamanan jaringan lain.
Meskipun para peneliti menduga keterlibatan kelompok ancaman perserta tingkat lanjut dalam aksi eksploitasi ini, penyelidikan lanjutan masih terus dikoordinasikan dengan pihak penegak hukum terkait. Broadcom sendiri belum memberikan tanggapan resmi mengenai temuan lapangan tersebut hingga batas waktu publikasi laporan.