Pemerintah Cina resmi memberlakukan regulasi baru yang memperketat dan membatasi keberadaan pendamping romantis berbasis kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini dihadirkan untuk mendorong para pengguna agar kembali membangun interaksi sosial serta hubungan asmara di dunia nyata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Regulasi yang digagas oleh Cyberspace Administration of China (CAC) bersama empat departemen pemerintah lainnya ini menegaskan bahwa alat AI tidak lagi diizinkan untuk secara berlebihan memanjakan pengguna, memicu ketergantungan emosional atau kecanduan, serta merusak hubungan antarmanusia di kehidupan nyata. Kebijakan ketat ini juga melarang keras pembuatan hubungan virtual dengan anak di bawah umur.
Raksasa teknologi seperti ByteDance, Tencent, dan Alibaba yang memiliki platform pendamping AI populer seperti Doubao, kini diwajibkan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum meluncurkan fitur serupa ke publik. Pemerintah berwenang menutup layanan tersebut jika dinilai menimbulkan dampak negatif bagi psikologis masyarakat.
Namun, alih-alih menyesuaikan sistem dengan aturan anyar tersebut, sejumlah perusahaan teknologi justru memilih untuk mematikan fitur persona kustom mereka secara total. Keputusan mendadak ini memicu gelombang "putus cinta virtual" secara massal di seluruh negeri.
Langkah tegas pemerintah Cina ini diduga kuat berkaitan erat dengan krisis demografi yang tengah melanda negara tersebut. Angka kelahiran di Cina terus mengalami penurunan signifikan selama empat tahun berturut-turut hingga mencapai rekor terendah, sehingga otoritas khawatir popularitas karakter AI dapat menghambat warganya untuk menikah dan memiliki keturunan.
Meski fenomena ini memunculkan keprihatinan terkait akses kesehatan mental yang terjangkau, para ahli dan terapis menilai pembatasan ketergantungan pada AI merupakan langkah penting. Perusahaan teknologi dinilai perlu memiliki tanggung jawab moral untuk memprioritaskan keselamatan emosional para penggunanya.