Startup kecerdasan buatan asal Beijing, Moonshot AI, terpaksa menghentikan sementara pendaftaran langganan baru untuk model Kimi K3. Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah peluncuran model tersebut lantaran lonjakan permintaan pengguna yang sangat tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pihak Moonshot AI menyampaikan bahwa perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan kapasitas komputasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan memilih untuk fokus menjaga ketersediaan layanan dan kualitas performa bagi para pengguna berbayar yang sudah terdaftar.
Melalui unggahan di platform X, pihak Moonshot AI mengungkapkan tingginya antusiasme pasar terhadap produk terbaru mereka. "Kimi K3 menerima dukungan yang jauh lebih besar dari perkiraan kami, dan GPU kami merasakannya. Dalam 48 jam terakhir, permintaan telah mendekati batas kapasitas kami saat ini," tulis manajemen perusahaan.
Model Kimi K3 sendiri dilatih menggunakan 2,8 triliun parameter, menjadikannya sebagai model open-source terbesar yang pernah dirilis hingga saat ini. Kehadiran Kimi K3 langsung mencuri perhatian dunia teknologi internasional karena kemampuannya yang sangat bersaing.
Berdasarkan uji tolok ukur (benchmark), Kimi K3 mampu mengungguli model Opus 4.8 milik Anthropic dan ChatGPT 5.5 milik OpenAI dalam sebagian besar tugas pemograman (coding). Kendati demikian, performanya dilaporkan masih berada di bawah model Fable milik Anthropic.
Didirikan pada tahun 2023 oleh Yang Zhilin, lulusan Carnegie Mellon University, Moonshot AI menjadi salah satu startup Cina yang berkembang pesat. Perusahaan ini gencar merilis model open-source berkinerja tinggi dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding pesaing asal AS.
Di sisi lain, Moonshot AI dikabarkan tengah berdiskusi dengan Goldman Sachs dan sejumlah lembaga keuangan untuk rencana penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong. Perusahaan yang telah mengumpulkan dana investor lebih dari 5,5 miliar dolar AS ini menargetkan suntikan modal baru sebesar 2 miliar dolar AS setelah valuasinya menembus 30 miliar dolar AS pada Juni lalu.
Kemajuan pesat Moonshot AI dan beberapa startup teknologi Cina lainnya kian memicu kekhawatiran para pejabat Amerika Serikat. Cina dinilai terus membayangi dominasi AS di sektor AI meski berada di bawah pengetatan kontrol ekspor cip canggih Nvidia.