Pasar properti sewa di Inggris dan Wales menghadapi tantangan serius setelah ribuan pemilik properti terpaksa menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa dengan penyewa. Berdasarkan data pemerintah yang dianalisis oleh LegalforLandlords, terdapat sebanyak 28.610 klaim kepemilikan yang diajukan melalui pengadilan selama empat kuartal terakhir dari Q2 2025 hingga Q1 2026.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, tingginya angka sengketa tersebut mematahkan anggapan umum yang menyatakan bahwa pemilik properti selalu berada di pihak yang diuntungkan. Meskipun permintaan hunian sewa melonjak tajam akibat keterbatasan pasokan, pemilik properti tetap menghadapi risiko besar ketika hubungan sewa menyewa mengalami kebuntuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWilayah London mencatatkan jumlah klaim kepemilikan tertinggi secara nasional dengan total mencapai 10.186 kasus sepanjang tahun lalu. Angka tersebut jauh melampaui wilayah South East yang berada di peringkat kedua dengan 3.396 klaim, diikuti oleh North West sebanyak 3.255 klaim.
Berbagai persoalan pelik seperti tunggakan sewa berkepanjangan, pelanggaran perjanjian, hingga perilaku antisosial menjadi pemicu utama pemilik properti mengambil langkah hukum. Proses penyelesaian sengketa melalui jalur pengadilan sering kali memakan waktu lama serta biaya yang tidak sedikit.
Sim Sekhon selaku Group CEO LegalforLandlords menyatakan bahwa narasi pasar sewa saat ini sering kali terlalu menyederhanakan situasi di lapangan. "Tingginya permintaan tidak serta-merta mencegah terjadinya perselisihan ataupun menghapus kebutuhan pemilik properti untuk mengambil alih kembali aset mereka," ujarnya.