Dewan Kota Stoke-on-Trent bersiap menerapkan aturan ketat berupa pembatasan jumlah House in Multiple Occupation (HMO) di setiap wilayah serta memperluas izin tambahan bagi rumah bersama berskala kecil.
Berdasarkan rencana kebijakan yang dirilis pada 4 Agustus 2026, pemerintah setempat akan menghapus hak pembangunan yang diizinkan untuk konversi properti baru. Kebijakan ini mewajibkan izin perencanaan menyeluruh dan memberlakukan tes konsentrasi lokal untuk mencegah penumpukan properti sewa di satu kawasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah kota menetapkan batasan ketat dengan melarang konversi rumah keluarga menjadi HMO apabila konsentrasinya melebihi 5 persen dalam radius 50 meter. Batas maksimal persentase keseluruhan stok perumahan juga dipatok bervariasi antara 1,5 persen hingga 4 persen tergantung pada wilayah.
Selain pembatasan tata ruang melalui aturan Article 4, Dewan Kota Stoke-on-Trent juga membuka konsultasi publik untuk penerapan skema perizinan tambahan yang mencakup seluruh wilayah otoritas. Langkah ini bertujuan membawa unit HMO yang lebih kecil ke dalam kerangka regulasi formal yang ketat.
Bagi para pemilik properti atau landlord, kombinasi aturan perencanaan dan perizinan ini berarti tantangan ganda dalam ekspansi bisnis. Pemilik properti tidak hanya menghadapi hambatan dalam akuisisi bangunan baru, tetapi juga harus mematuhi standar keselamatan kebakaran, fasilitas, dan kebersihan yang diawasi secara ketat.
Analis properti menilai kebijakan agresif di Stoke-on-Trent mencerminkan tren pengetatan regulasi lokal di Inggris. Pengamat menyarankan para pelaku investasi properti untuk segera memperbarui standar manajemen aset demi menghindari risiko hukum dari pengawasan ketat pemerintah daerah.