DeepSeek mulai putaran pendanaan kedua setelah sempat tertunda pada Juli lalu akibat bocornya informasi kepada investor. Start-up AI asal Hangzhou ini membidik dana segar hampir 8 miliar dolar AS atau setara Rp 126 triliun, sebagaimana dilaporkan majalah bisnis Caijing.
Berdasarkan analisis Kabayan News, langkah strategis ini bertujuan mencapai valuasi perusahaan mendekati 500 miliar yuan atau sekitar 74 miliar dolar AS. Dalam upaya memperkuat pendanaan, perusahaan dikabarkan sedang dalam pembicaraan intensif dengan Monolith Management, investor yang mendukung Moonshot AI.
Perolehan modal ini direncanakan membiayai pembangunan pusat data raksasa di Mongolia Dalam. Proyek infrastruktur tersebut merupakan bagian dari inisiatif ambisius DeepSeek mendapatkan akses komputasi sebesar 1 gigawatt, termasuk opsi penyewaan kapasitas pihak ketiga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski dikenal karena strategi efisiensi biaya yang mengguncang pasar AI Barat, perusahaan baru saja mengumumkan rencana kenaikan harga layanan secara signifikan. Pengguna platform menerima informasi tersebut Kamis pekan lalu, meskipun detail skema harga baru belum dipaparkan secara rinci.
Saat ini, DeepSeek menawarkan harga kompetitif sebesar 0,14 dolar AS per satu juta token input. Tarif ini jauh lebih murah dibandingkan layanan serupa dari kompetitor seperti Moonshot AI atau Anthropic yang memasang harga jauh lebih tinggi untuk model terbaru mereka.
Sebelumnya, DeepSeek berhasil merampungkan putaran pendanaan pertama pada musim panas tahun ini dengan valuasi mencapai 350 miliar yuan. Keberhasilan ini memperkuat posisi mereka di industri teknologi global di tengah persaingan ketat pengembangan kecerdasan buatan.