DeepSeek resmi meluncurkan model DeepSeek-V4-Pro di pasar teknologi global pada Kamis (13/8) waktu setempat. Bersamaan dengan rilis ini, startup AI asal China tersebut membuat langkah mengejutkan dengan menaikkan tarif Application Programming Interface (API) mereka secara signifikan, dengan lonjakan mencapai 1.100 persen pada beberapa kategori layanan.
Dalam skema baru, DeepSeek memperkenalkan sistem penetapan harga berdasarkan jam sibuk (peak) dan jam senggang (off-peak). Selama jam sibuk, yakni pukul 09.00 hingga 12.00 dan 14.00 hingga 18.00 waktu Beijing, harga API untuk DeepSeek-V4-Pro melonjak menjadi 0,3 yuan per satu juta token untuk input cache, 9 yuan untuk input tanpa cache, dan 27 yuan untuk output.
Angka ini jauh melampaui tarif sebelumnya yang dipatok secara rata atau flat sebesar 0,025 yuan, 3 yuan, dan 6 yuan. Sebagai perbandingan, pengguna dapat memperoleh harga lebih murah jika mengakses layanan selama jam senggang, yakni sebesar setengah dari tarif harga puncak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, perubahan struktur harga ini menunjukkan upaya DeepSeek dalam memonetisasi model flagship mereka setelah pembaruan kapabilitas agen yang lebih kuat. Perusahaan mengeklaim DeepSeek-V4-Pro mampu melampaui kinerja model GLM-5.2 milik X.AI Co. Ltd. dalam beberapa tolok ukur agen, bahkan mengungguli Claude Opus 4.8 milik Anthropic di tes tertentu.
Meskipun demikian, data platform evaluasi pihak ketiga Artificial Analysis menunjukkan DeepSeek-V4-Pro saat ini berada di peringkat di bawah beberapa model pesaing lain, seperti Opus 5, Fable 5, GPT-5.6 Sol, hingga Qwen3.8-Max. Posisi ini mencerminkan kompetisi ketat di industri kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat saat ini.