Sosiologi ketidaktahuan ilmiah atau yang dikenal sebagai sociology of scientific ignorance merupakan bidang studi yang mengkaji ketidaktahuan di dalam maupun mengenai sains. Berbeda dari pandangan umum yang selalu mengaitkan ketidaktahuan dengan konotasi negatif, bidang ilmu ini melihat ketidaktahuan sebagai sesuatu yang relevan dan dapat dimanfaatkan dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam praktiknya, studi ini terbagi menjadi dua area utama, yakni fokus pada ketidaktahuan dalam riset ilmiah itu sendiri serta fokus pada ketidaktahuan publik terhadap sains. Sebagai bidang yang melengkapi sosiologi pengetahuan ilmiah, para periset mengeksplorasi bagaimana ketidaktahuan yang disengaja atau useful ignorance justru dapat menjadi alat bantu yang strategis bagi para ilmuwan.
Sosiolog Matthias Gross pernah mengungkapkan pandangannya terkait dinamika ini. "Pengetahuan baru juga berarti lebih banyak ketidaktahuan," ujarnya menyoroti bagaimana kejutan dalam riset sering kali menyingkap celah yang belum diketahui sekaligus mengarahkan fokus penelitian selanjutnya.
Selain itu, konsep mobilisasi ketidaktahuan juga diperkenalkan untuk menggambarkan bagaimana ketidaktahuan digunakan demi mencapai tujuan tertentu. Konsep ini membedakan antara non-pengetahuan aktif yang diperhitungkan secara sengaja dalam sains dan non-pengetahuan laten yang menyerupai definisi ketidaktahuan tradisional sebagai ketiadaan informasi.
Di sisi lain, peran media dan jurnalis turut menjadi sorotan dalam studi ini karena kerap memengaruhi pandangan publik serta memicu kesalahpahaman ilmiah. Dinamika antara sains, ketidaktahuan, dan pemberitaan media menunjukkan bahwa ketidakpastian sering kali disalahartikan, sehingga menuntut pemahaman yang lebih komprehensif dari masyarakat luas.