Bert van Marwijk, nama yang tak asing di dunia sepak bola, adalah seorang manajer asal Belanda yang kini menjadi anggota dewan pengawas MVV Maastricht. Lahir di Deventer pada 19 Mei 1952, pria bernama lengkap Lambertus van Marwijk ini mengawali karier sebagai pemain sebelum beralih menjadi pelatih sukses.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagai pemain, van Marwijk berposisi sebagai penyerang dan gelandang. Ia mencatatkan 393 penampilan di Eredivisie bersama Go Ahead Eagles, AZ, MVV Maastricht, dan Fortuna Sittard. Meski sempat dipanggil Rinus Michels ke tim nasional Belanda pada 1975, ia hanya mengoleksi satu caps dalam laga persahabatan melawan Yugoslavia.
Karier kepelatihannya dimulai di Fortuna Sittard pada era 1990-an. Prestasi terbaiknya bersama klub tersebut adalah membawa tim finis ketujuh di Eredivisie 1998 dan mencapai final KNVB Cup 1999. Di sinilah ia mulai mengasah bakat dengan mengorbitkan pemain-pemain seperti Mark van Bommel dan Kevin Hofland.
Puncak kesuksesan van Marwijk datang saat menangani Feyenoord. Pada musim 2001-02, ia membawa klub Rotterdam itu meraih gelar UEFA Cup setelah mengalahkan Borussia Dortmund di final dengan skor 3-2. Keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya dan mengukuhkan namanya di kancah Eropa.
Setelah sukses di Feyenoord, van Marwijk merambah Bundesliga dengan menangani Borussia Dortmund pada 2004. Namun, kariernya di Jerman tidak semulus saat di Belanda. Ia hanya mampu membawa Dortmund finis di posisi ketujuh pada dua musim pertamanya sebelum akhirnya berpisah lebih awal pada Desember 2006.
Van Marwijk kembali ke Feyenoord pada 2007 dan langsung meraih trofi KNVB Cup 2008. Namun, masa baktinya singkat karena ia dipilih menggantikan Marco van Basten sebagai pelatih tim nasional Belanda usai Euro 2008. Bersama asisten Frank de Boer dan Phillip Cocu, ia membawa Oranje ke final Piala Dunia 2010, meski harus menelan kekalahan 1-0 dari Spanyol di babak perpanjangan waktu.
Setelah gagal di Euro 2012 dengan tiga kekalahan, van Marwijk mengundurkan diri dari kursi pelatih Belanda. Ia kemudian melatih Hamburger SV pada 2013 namun hanya bertahan 143 hari setelah serangkaian hasil buruk. Karier internasionalnya berlanjut dengan menangani tim nasional Saudi Arabia yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2018, namun ia hengkang sebelum turnamen dimulai.
Van Marwijk sempat menangani Australia pada Piala Dunia 2018 dengan kontrak jangka pendek. Sayangnya, The Socceroos hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan di fase grup. Karier pelatihnya di Timur Tengah berlanjut bersama Uni Emirat Arab, namun ia dua kali dipecat pada 2019 dan 2022 setelah hasil kurang memuaskan.
Di luar lapangan, van Marwijk memiliki ikatan keluarga dengan dunia sepak bola. Putrinya, Andra, menikah dengan Mark van Bommel, pemain yang pernah diasuhnya di Fortuna Sittard dan Feyenoord. Dua cucunya, Thomas dan Ruben van Bommel, kini memulai karier profesional bersama MVV Maastricht. Pada Juni 2022, van Marwijk menerima Lifetime Achievement Award dalam ajang Rinus Michels Awards.