Dunia sains modern mengenal Max Tegmark sebagai salah satu figur paling vokal dalam menyuarakan potensi risiko kecerdasan buatan atau AI. Lahir dengan nama Max Erik Shapiro di Stockholm, Swedia, pada 5 Mei 1967, ia kini dikenal sebagai seorang fisikawan terkemuka yang mendedikasikan banyak waktunya untuk masa depan umat manusia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perjalanan akademis Tegmark tergolong sangat cemerlang dan lintas disiplin ilmu. Sebelum mendalami fisika secara mendalam, ia sempat meraih gelar sarjana di bidang ekonomi dari Stockholm School of Economics pada tahun 1989. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di KTH Royal Institute of Technology dan meraih gelar master di bidang fisika teknik.
Tidak berhenti di situ, Tegmark terbang ke Amerika Serikat untuk memperdalam ilmunya di University of California, Berkeley. Di bawah bimbingan fisikawan terkenal Joseph Silk, ia berhasil merampungkan studi doktoralnya pada tahun 1994. Kariernya berlanjut hingga ia dipercaya menjadi guru besar atau profesor fisika di Massachusetts Institute of Technology.
Selain aktif mengajar dan meneliti kosmologi presisi, fokus penelitian Tegmark mengalami pergeseran signifikan ke arah kecerdasan buatan dan keamanan AI. Melalui buku karyanya yang berjudul "Life 3.0", ia membedah berbagai skenario masa depan peradaban manusia di tengah masifnya perkembangan teknologi cerdas tersebut.
Sebagai bentuk komitmennya terhadap keselamatan global, Tegmark mendirikan Future of Life Institute bersama sejumlah tokoh penting lainnya. Lembaga nirlaba ini secara konsisten meneliti dan berupaya memitigasi risiko eksistensial skala besar yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi canggih seperti kecerdasan buatan super.
Di luar dunia akademik dan riset ilmiah, kehidupan pribadi Tegmark juga kerap menjadi sorotan publik. Ia menikah dengan Meia Chita-Tegmark setelah sebelumnya sempat membina rumah tangga dengan astrofisikawan Angelica de Oliveira-Costa, serta memiliki saudara kandung seorang jurnalis bernama Per Shapiro.