Teknologi Dolby Vision 2 dipastikan bakal merambah lebih banyak judul film dan acara televisi berkat pemanfaatan sistem otomatis berbasis machine learning. Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa pendekatan tersebut diambil untuk mengatasi tingginya biaya serta waktu apabila seluruh pustaka media harus diremastering ulang dari awal.
Berdasarkan penjelasan dari Direktur Strategi Bisnis Dolby Laboratories, Jonas Klittmark, terdapat sekitar 33.000 film dan episode serial televisi yang saat ini telah menggunakan format standar Dolby Vision. Dari analisis Kabayan News, kehadiran sistem semi-otomatis ini memungkinkan metadata baru ditambahkan secara efisien tanpa menghilangkan kompatibilitas pada perangkat televisi generasi sebelumnya.
Sebagaimana dilaporkan dalam wawancara eksklusif, sebagian besar fitur anyar seperti mesin gambar, versi terbaru LightSense, pengontrol intensitas, pengaturan pro, serta optimasi olahraga dapat bekerja secara otomatis melalui data mastering yang sudah ada. Meskipun demikian, terdapat dua fitur utama yang memerlukan campur tangan kreatif secara manual dari pembuat konten.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan tersebut, fitur Authentic Motion dan Precision Black sengaja dikecualikan dari proses otomatisasi karena tingkat sensitivitas estetika yang tinggi serta kebutuhan penyesuaian lingkungan pencahayaan studio pembuat film. Pihak Dolby menegaskan bahwa konsumen tidak perlu bingung karena seluruh konten tetap akan menggunakan label Dolby Vision yang seragam tanpa ada pembagian versi yang rumit.