Peran mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kini semakin disorot. Di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan kampus.
Dorongan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri rangkaian kegiatan World Cleanup Day 2026 di ULM, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, perguruan tinggi memegang posisi strategis untuk menginisiasi perubahan perilaku masyarakat terkait limbah.
Hanif menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pembersihan fisik. Perubahan fundamental harus dimulai dari hulu, yakni membangun kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dikutip dari laporan Antara, Hanif memaparkan tiga tantangan utama dalam menangani sampah nasional, yaitu perbaikan tata kelola, penguatan sistem pengolahan, serta intensifikasi komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
Pihaknya berharap ULM dapat mengoptimalkan fungsi tridharma perguruan tinggi, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat, untuk mempraktikkan manajemen sampah yang efektif. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dinilai menjadi sarana tepat bagi mahasiswa untuk terjun langsung menangani masalah sampah.
Lebih jauh, Hanif menantang ULM untuk menjadi pelopor perguruan tinggi yang mampu mengelola sampah secara mandiri 100 persen. "Dengan leader yang cukup kuat, kemudian dibangun sistematis yang sangat mumpuni, saya yakin dan percaya ULM dalam waktu yang tidak terlalu lama mampu membangun menjadi universitas yang berhasil mengelola sampah mandiri 100 persen," ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya akan menciptakan lingkungan kampus yang asri, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah dan masyarakat luas. Penanganan sampah yang berkelanjutan pun disebut memerlukan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, kampus, masyarakat, pelaku usaha, hingga peran vital media.