Masa depan gelandang asal Argentina, Enzo Fernandez, di Chelsea kini menyisakan tanda tanya besar usai serangkaian kontroversi yang melingkupinya. Pemain berusia 25 tahun itu bersama sang agen, Javier Pastore, secara terbuka telah mengisyaratkan keinginan untuk mengakhiri masa baktinya di Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan oleh Marca, rumor kepindahan sang pemain sempat memanas setelah Pastore menyatakan bahwa pihak mereka sedang mengeksplorasi opsi untuk meninggalkan London Barat. Namun, Real Madrid secara mengejutkan merilis pernyataan resmi yang membantah secara tegas ketertarikan mereka terhadap sang gelandang. "Klub menegaskan tidak pernah melakukan upaya apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk merekrut Enzo Fernandez," bunyi pernyataan resmi raksasa Spanyol tersebut.
Hubungan Fernandez dengan para pendukung Chelsea dan publik Inggris juga semakin memanas akibat aksinya pada ajang Piala Dunia. Setelah mencetak gol ke gawang Inggris di babak semifinal, Fernandez melakukan selebrasi provokatif yang memicu amarah fans. Situasi kian memburuk setelah ia menerima kartu merah pada laga final yang berujung pada kekalahan Argentina, yang membuatnya panen kritik tajam di media sosial.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah Enzo Fernandez untuk hengkang kian sulit lantaran Chelsea mematok banderol fantastis mencapai 120 juta poundsterling. Dari analisis awak media, harga setinggi itu membuat klub-klub kaya seperti Paris Saint-Germain dan Manchester City memilih mundur perlahan. Jurnalis transfer ternama David Ornstein menilai bahwa saat ini tidak ada pasar yang sanggup memenuhi tuntutan harga yang ditetapkan oleh manajemen Chelsea.
Menurut keterangan resmi dari manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, pihaknya sejatinya masih berharap Fernandez bertahan di skuadnya untuk musim mendatang. Alonso mengaku telah berdiskusi secara pribadi dengan sang pemain demi meredakan tensi. Meski situasi terbilang rumit, manajemen The Blues meyakini bahwa hubungan sang pemain dengan klub maupun para pendukung masih bisa diperbaiki melalui kinerja yang solid di atas lapangan.