USS Benfold, kapal perusak peluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), mengalami kelumpuhan total akibat kegagalan sistem kelistrikan saat beroperasi di Laut China Selatan pada 24 Juli lalu. Insiden teknis pada generator kapal membuat seluruh fasilitas pendukung di atas kapal berbobot hampir 10.000 ton tersebut tidak berfungsi selama empat hari.
Kondisi di atas kapal menjadi sangat menantang bagi para prajurit karena suhu udara siang hari di wilayah Laut China Selatan berkisar antara 32 hingga 37 derajat celsius. Tanpa pendingin udara (AC), layanan dapur, dan toilet yang berfungsi, para pelaut harus menunjukkan ketangguhan ekstra di tengah situasi darurat tersebut.
Komandan Matthew Comer, Juru bicara Armada ke-7 US Navy, mengonfirmasi insiden tersebut dan memastikan tidak ada prajurit yang mengalami cedera. Comer menyebut ketenangan serta profesionalisme para awak kapal menjadi kunci keberhasilan dalam merespons kejadian kritis tersebut selama empat hari terombang-ambing di laut lepas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeUntuk bertahan hidup, USS Benfold menerima dukungan logistik berupa pasokan makanan matang dari kapal perang lain, yakni USS Robert Smalls. Selain itu, bantuan tambahan datang dari gugus tempur kapal induk USS George Washington yang berbasis di Jepang sebelum akhirnya kapal ditarik menuju Subic Bay, Filipina, untuk perbaikan menyeluruh pada 8 Agustus 2026.
Mengenal Beban Psikologis Kru Kapal Perang
Insiden mati listrik di tengah laut lepas memberikan beban psikologis dan operasional yang sangat berat bagi setiap awak kapal perang. Mantan Kapten Angkatan Laut AS, Carl Schuster, mengungkapkan bahwa situasi tersebut menuntut kesiapan mental tinggi lantaran hilangnya kemampuan manuever mandiri di perairan terbuka.
Schuster yang berpengalaman memimpin kapal perusak menceritakan bahwa insiden serupa pernah ia alami meskipun dalam durasi yang lebih singkat, yaitu selama empat jam di dekat Puerto Rico. Ia menyoroti betapa krusialnya peran generator dalam memastikan operasional standar kapal tetap berjalan dengan baik.
Penyebab pasti kegagalan teknis pada generator USS Benfold hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh otoritas terkait. Tim teknis berupaya mendalami akar permasalahan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan saat kapal melakukan operasi rutin.
Setelah menjalani proses perbaikan selama beberapa hari di Filipina, USS Benfold dinyatakan telah kembali beroperasi dengan normal pada 8 Agustus lalu. Kapal tersebut kini telah siap melanjutkan tugas operasionalnya di kawasan Indo-Pasifik sesuai dengan rencana penugasan Armada ke-7.