Eksodus pemilik properti di UK diprediksi terus berlanjut dalam waktu dekat setelah lembaga properti terkemuka merilis laporan pasar terbaru mengenai krisis pasokan hunian sewa.
Berdasarkan laporan terbaru dari Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS), pasar sewa di seluruh wilayah Britania Raya menderita kekurangan hunian akibat gelombang penjualan aset oleh para investor properti.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan Kabayan News dari data RICS, komentar anggota di berbagai wilayah secara konsisten menunjukkan kelangkaan stok hunian berkualitas tinggi diiringi kekhawatiran regulasi, perpajakan, dan keterjangkauan.
Survei RICS mencatat tingkat permintaan penyewa cenderung mendatar dengan neraca bersih minus satu persen, sementara instruksi penjualan dari pemilik properti berada di angka minus dua puluh tujuh persen.
Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa sebagian investor memilih mengurangi portofolio properti atau meninggalkan sektor persewaan secara permanen akibat tekanan regulasi pemerintah.
Di tengah penurunan pasokan tersebut, ekspektasi kenaikan harga sewa justru tetap tinggi dengan neraca bersih plus dua puluh delapan persen responden memprediksi tarif sewa melambung dalam tiga bulan ke depan.
Kepala Ekonom RICS, Simon Rubinsohn menyatakan umpan balik responden survei terus menarik perhatian publik terhadap dampak regulasi terbaru pada pasar sewa.
"Indikator utama instruksi baru menunjukkan penurunan pasokan lebih lanjut," ujar Rubinsohn mengomentari kondisi pasar sewa saat ini.