Film animasi Seoul Station resmi dirilis pada 18 Agustus 2016 sebagai prekuel dari film cerita seru zombi populer Train to Busan yang disutradarai oleh Yeon Sang-ho. Karya layar lebar berdurasi 92 menit ini berhasil memotret awal mula wabah zombi mengerikan yang melanda kawasan stasiun di ibu kota Korea Selatan.
Deretan aktor dan aktris ternama seperti Shim Eun-kyung, Ryu Seung-ryong, dan Lee Joon didapuk untuk mengisi suara karakter utama dalam film beranggaran 575.000 dolar Amerika Serikat tersebut. Cerita berfokus pada perjuangan hidup seorang wanita muda bernama Hye-sun di tengah kekacauan wabah.
Perilisan film produksi Finecut dan Studio Dadashow ini mendapat sambutan positif dari para kritikus internasional serta meraih penghargaan Best Animated Feature Film pada ajang Asian Pacific Screen Awards ke-10 tahun 2016. Situs ulasan Rotten Tomatoes bahkan mencatat tingkat persetujuan 100 persen dari 24 kritikus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain menyajikan unsur kengerian khas film apokaliptik, karya ini juga menyoroti isu sosial nyata di Korea Selatan seperti tunawisma dan pelacuran. Pendapatan kotor global film ini dilaporkan mencapai 2.021.735 dolar Amerika Serikat dari penayangan di berbagai negara.
Prestasi Internasional dan Respon Kritikus Global
Penayangan perdana film ini dilangsungkan pada 5 April 2016 dalam ajang Brussels International Fantastic Film Festival di Belgia sebelum kemudian diputar di berbagai festival internasional lainnya. Para pengamat perfilman memuji pendekatan realistis yang diusung oleh sang sutradara.
Clarence Tsui dari The Hollywood Reporter menyebut karya animasi ini sebagai tontonan menegangkan yang berlatar dunia penuh teror. Sementara itu, James Marsh dari South China Morning Post memberikan penilaian 3 dari 5 bintang atas keberhasilan film mengangkat isu marginal.
Pencapaian komersial dan apresiasi kritikus memperkuat posisi Yeon Sang-ho sebagai salah satu sineas papan atas dalam genre horor dan fiksi ilmiah Asia. Jaringan distribusi global turut memperluas jangkauan penonton hingga ke Amerika Serikat melalui perilisan cakram digital.
Eksistensi film ini melengkapi trilogi cerita bertema zombi yang dikembangkan oleh sutradara terkait bersama sekuel-sekuel lanjutannya seperti Peninsula yang dirilis pada tahun 2020 silam.