Pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz melambat drastis akibat minimnya kepastian mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran vital pasca-blokade perang Iran.
Berdasarkan data Kpler per hari Selasa, tercatat hanya enam kapal komoditas yang melintasi selat tersebut, turun dari sembilan kapal pada hari sebelumnya serta berada di bawah rata-rata harian sepuluh hari sebanyak sebelas kapal.
Aktivitas pelayaran inbound mencakup satu kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar yang melintasi jalur sisi Omani, serta dua kapal tanker berukuran menengah dan intermediet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePresiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada perundingan berlangsung dengan pihak Iran serta bersikeras bahwa Selat Hormuz telah dibuka.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim pihak Iran yang bersikeras bahwa jalur strategis tersebut masih ditutup untuk aktivitas pelayaran internasional.
Sebelum konflik berkecamuk, kawasan perairan tersebut memegang peranan vital karena menangani seperlima dari total pasokan pengiriman minyak mentah dan gas alam cair global.