Sebagaimana diwartakan oleh RRI Denpasar, program siaran Surya Puja belum lama ini mengangkat tema menarik tentang makna kehidupan melalui filosofi secangkir teh hijau. Menggandeng Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ayu Twin Jayantari, siaran tersebut menyampaikan pesan bahwa hidup tidak harus selalu manis agar tetap layak untuk disyukuri.
Dalam pemaparannya, Twin Jayantari menjelaskan bahwa dinamika kehidupan manusia tidak pernah lepas dari perputaran antara suka dan duka. Menurut perspektif Hindu, kedua hal tersebut merupakan pengalaman yang bersifat sementara dan tidak kekal, sehingga menuntut adanya keseimbangan mental dalam menghadapi berbagai situasi.
Filosofi teh hijau sendiri dianalogikan secara mendalam dengan proses pendewasaan diri manusia. Sebagaimana air panas dibutuhkan agar aroma teh keluar namun dapat menjadi terlalu pahit jika berlebihan, tekanan hidup juga dapat menumbuhkan ketahanan diri asalkan seseorang tidak dikendalikan oleh emosi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, penderitaan sering kali muncul bukan karena masalah itu sendiri, melainkan akibat penolakan individu terhadap kenyataan yang ada. Melalui ajaran Bhagavad Gita, pendengar diingatkan untuk senantiasa berusaha secara maksimal tanpa harus menggantungkan kebahagiaan mutlak pada hasil akhir.
Mengutip laporan RRI, pembicaraan tersebut turut mengaitkan kualitas batin dengan ajaran Tri Kaya Parisudha yang menekankan keselarasan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dengan menjaga ketenangan batin dan kejujuran dalam menghadapi masalah, setiap individu diyakini mampu melalui proses penempaan jiwa menuju pribadi yang lebih kuat.