Dikutip dari laporan media, perbatasan antara materi dan gaya di alam semesta ternyata tidak sekaku yang dibayangkan dalam skala subatômica. Di dalam sebuah proton terdapat partikel elementar bernama quarks yang diikat erat oleh gaya nuclear kuat sebagai salah satu fondasi fundamental alam.
Sebagaimana diwartakan, gaya tersebut diperantarai oleh glúons yang bertindak layaknya argamassa perekat antar unsur pembentuk alam semesta, di mana penamaannya sendiri berasal dari kata glue atau lem dalam bahasa Inggris. Dalam perkembangan riset terbaru, para peneliti di China mengklaim telah membuktikan keberadaan glueball yang merupakan partikel unik terbuat nyaris sepenuhnya dari glúons.
Menurut laporan yang sama, perburuan terhadap partikel misterius ini telah berlangsung selama lebih dari setengah abad sebelum akhirnya titik terang muncul melalui fasilitas Beijing Electron–Positron Collider II. Di dalam fasilitas akselerator partikel yang berlokasi di Beijing tersebut, para ilmuwan mengamati tumbukan berenergi tinggi antara elektron dan pósitrons.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan penjelasan ilmiah, partikel yang dinamai X(2370) ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2011 dan terus diteliti secara mendalam guna memastikan status aslinya sebagai glueball hipotetis yang dicari para fisikawan. Kendati demikian, laporan tersebut mencatat bahwa riset ini masih berupa preprint tanpa tinjauan sejawat, sehingga kelompok peneliti lain perlu melakukan replikasi eksperimen dalam kurun waktu mendatang.