Sebagaimana diwartakan oleh majalah Super, dunia digital kini diramaikan kembali oleh gerakan bernama Indie Web yang mengajak para pengguna internet untuk bernostalgia sekaligus keluar dari cengkeraman ekosistem media sosial modern. Di tengah dominasi platform raksasa teknologi, semakin banyak individu yang memilih untuk membangun situs web pribadi mandiri layaknya era awal mula kehidupan digital pada dekade 1990-an.
Berdasarkan laporan media, gerakan ini lahir dari rasa frustrasi terhadap algoritma media sosial yang kerap membatasi kreativitas serta menjadikan konten cepat usang. Para penggiat Indie Web, seperti mahasiswa maupun pengembang perangkat lunak independen, menilai bahwa memiliki situs web sendiri ibarat memiliki rumah tetap, berbeda dengan profil media sosial yang ibarat apartemen sewaan dengan aturan pemilik properti yang ketat.
Lebih lanjut, para kreator yang bergabung dalam gerakan ini merasakan kebebasan luar biasa dalam membagikan karya tulisan, seni, hingga proyek pribadi tanpa takut terkena sensor algoritma instan. Mengutip penjelasan para pegiatnya, kehadiran situs pribadi ini berhasil menghidupkan kembali esensi kolaborasi, kreativitas, dan eksplorasi dunia maya yang lebih personal dan bermakna.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe