Kota Barcelona mendadak berada dalam bayang-bayang ketegangan tinggi setelah terpilih sebagai lokasi unjuk rasa perdana di Spanyol oleh kelompok ultra Save Europe Act. Berdasarkan laporan media internasional, gerakan kontroversial yang mengusung narasi penolakan keras terhadap imigrasi ini menggelar konsentrasi massa di tengah memanasnya krisis Ceuta.
Aksi unjuk rasa yang dipusatkan di kawasan plaza de Sant Jaume ini langsung direspons oleh aparat keamanan setempat. Sebagaimana diberitakan oleh El Mundo, pihak kepolisian regional Mossos d'Esquadra terpaksa meningkatkan eskalasi pengamanan dengan mengerahkan perangkat pengamanan ekstra ketat guna mengantisipasi potensi gesekan horizontal.
Situasi di lapangan semakin meruncing setelah berbagai organisasi masyarakat sipil dan kelompok haluan kiri turut memobilisasi massa tandingan di lokasi dan waktu yang hampir bersamaan. Kehadiran gerakan Save Europe Act sendiri dikenal luas di Eropa melalui motor penggeraknya seperti aktivis identitarian asal Austria Martin Sellner.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIdeologi yang diusung kelompok tersebut berfokus pada penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai migrasi pengganti serta kampanye deportasi masif. Kendati demikian, inisiatif mereka untuk melegalkan gerakan tersebut di tingkat Uni Eropa sempat menemui jalan buntu setelah Komisi Eropa secara resmi menolak pendaftaran mereka karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai dasar kawasan.
Pemerintah daerah Catalonia atau Generalitat menyatakan sikap tegas dan siap melimpahkan berbagai seruan provokatif yang berpotensi melanggar hukum ke kejaksaan setempat. Sebagaimana diwartakan, meski kebebasan berkumpul dijamin oleh undang-undang, pihak berwenang menegaskan bahwa hak tersebut tidak bersifat mutlak apabila memicu ujaran kebencian di ruang publik.