Kepulauan Riau yang diakronimkan sebagai Kepri merupakan sebuah wilayah provinsi di Indonesia yang memiliki karakteristik unik dengan 96 persen wilayahnya adalah perairan. Berdasarkan data semester kedua tahun 2025, provinsi ini dihuni oleh 2.334.574 jiwa dengan kepadatan mencapai 280 jiwa per kilometer persegi.
Pusat pemerintahan provinsi ini berada di Kota Tanjungpinang. Secara geografis, Kepri menempati posisi sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, serta memiliki 2.408 pulau besar dan kecil yang tersebar di wilayahnya.
Potensi ekonomi provinsi ini didukung oleh keberagaman sumber daya alam, mulai dari minyak bumi, gas alam, hingga bahan galian vital seperti bauksit dan pasir besi. Sektor pengangkutan, komunikasi, serta industri pengolahan tercatat tumbuh signifikan, memperkuat posisi ekonomi daerah yang memiliki luas wilayah total 8.201,72 kilometer persegi ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeberagaman penduduk menjadi ciri khas Kepri, di mana mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam sebesar 78,42 persen. Selain itu, terdapat penganut Kekristenan sebanyak 14,90 persen, Buddha sebesar 6,48 persen, serta penganut agama lainnya yang hidup berdampingan di provinsi yang resmi dimekarkan dari Provinsi Riau pada 24 September 2002 tersebut.
Sejarah Singkat dan Potensi Wisata Kepri
Sejarah Kepulauan Riau tidak terlepas dari pengaruh Kesultanan Johor dan Kesultanan Riau-Lingga yang berperan penting dalam pengembangan bahasa Melayu sebagai standar bahasa Indonesia. Setelah melewati berbagai fase kolonial dan integrasi, provinsi ini akhirnya berdiri mandiri berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002.
Sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utama yang menjadikan Kepri sebagai gerbang wisata mancanegara kedua di Indonesia setelah Bali. Destinasi populer seperti kawasan wisata di Lagoi, Bintan, hingga keindahan bahari di Natuna dan Anambas menjadi daya tarik bagi jutaan wisatawan asing setiap tahunnya.
Pemerintahan provinsi saat ini dipimpin oleh Gubernur Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura untuk masa jabatan 2025-2030. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025 untuk melanjutkan pembangunan daerah.
Pembangunan infrastruktur dan pengembangan pusat-pusat perikanan, seperti pelabuhan perikanan swasta di Telaga Punggur, Kota Batam, terus ditingkatkan. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi kelautan serta meningkatkan pendapatan asli daerah melalui ekspor hasil laut yang berdekatan dengan jalur perdagangan internasional.