Kualitas dunia pendidikan kembali menjadi sorotan tajam setelah sebuah riset terbaru membeberkan fakta memprihatinkan mengenai kemampuan para pelajar. Sebagaimana diwartakan oleh media CNN Brasil, sebanyak enam dari sepuluh siswa di negara tersebut tercatat menamatkan jenjang sekolah menengah dengan tingkat penguasaan materi yang berada di bawah standar dasar.
Laporan yang dirilis oleh organisasi Todos Pela Educação ini membedah data perkembangan kemampuan siswa sekolah negeri dari periode 2005 hingga 2025 dengan merujuk pada indikator Sistem Evaluasi Pendidikan Dasar atau Saeb. Walaupun ada peningkatan positif di tingkat sekolah dasar, pencapaian akademis justru mengalami stagnasi drastis ketika peserta didik memasuki jenjang pendidikan lanjutan.
Direktur Kebijakan Publik Todos Pela Educação, Gabriel Corrêa, menjelaskan bahwa lompatan angka yang signifikan hanya terlihat jelas pada siswa kelas lima sekolah dasar. Persentase pelajar dengan kemampuan memadai di tingkat tersebut melonjak tajam, terutama dalam pelajaran bahasa dan matematika, berkat perbaikan sistemik yang dilakukan selama dua dekade terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, situasi berbalik arah secara drastis saat memasuki kelas sembilan dan tahun akhir sekolah menengah. Mengutip penjelasan Gabriel Corrêa, prestasi akademik dalam bidang eksakta seperti matematika menunjukkan perbaikan yang sangat lamban dan tertinggal jauh dibandingkan mata pelajaran bahasa.
Data memperlihatkan bahwa tingkat penguasaan matematika yang memadai di tingkat akhir sekolah menengah hanya merangkak naik tipis dari lima persen menjadi delapan setengah persen dalam kurun waktu 20 tahun. Kondisi ini menempatkan mayoritas pelajar pada kategori di bawah batas minimum yang diharapkan oleh sistem pendidikan nasional.
Menanggapi temuan tersebut, para pengamat mendesak pemerintah dan masyarakat luas agar segera memprioritaskan perbaikan mutu pengajaran dasar guna mengatasi ketimpangan kualitas antarwilayah. Sejumlah catatan positif memang tampak di beberapa wilayah seperti Paraná, Piauí, Goiás, dan Espírito Santo yang berhasil mencatatkan rapor di atas rata-rata nasional.