Flek hitam atau hiperpigmentasi merupakan salah satu masalah kulit yang kerap dikeluhkan banyak orang, khususnya yang tinggal di wilayah tropis. Paparan sinar matahari yang intens, perubahan hormon, bekas jerawat, hingga faktor penuaan sering kali menjadi pemicu utama munculnya bercak gelap pada wajah.
Bagi sebagian orang, keberadaan flek hitam ini bahkan sudah bertahun-tahun menempel dan sulit diatasi dengan perawatan biasa. Tidak sedikit yang kemudian mempertanyakan efektivitas sunscreen atau tabir surya dalam melenyapkan masalah pigmen kulit yang sudah lama mengakar tersebut.
Mengutip laporan media, sunscreen sebenarnya memiliki fungsi utama sebagai garda terdepan pencegahan, bukan untuk menghilangkan pigmen yang sudah terlanjur terbentuk. Kulit yang terus-menerus terpapar sinar ultraviolet tanpa perlindungan memadai akan memicu sel melanosit memproduksi melanin secara berlebihan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeOleh karena itu, jika seseorang hanya mengandalkan sunscreen tanpa tambahan perawatan lain, flek hitam menahun tentu tidak akan serta-merta lenyap begitu saja. Kendati demikian, bukan berarti tabir surya menjadi tidak penting bagi pemilik kulit dengan hiperpigmentasi.
Sebagaimana diberitakan oleh berbagai sumber kesehatan, penggunaan sunscreen secara rutin tetap menjadi kunci utama agar kondisi flek tidak semakin parah atau meluas. Tanpa perlindungan tabir surya yang konsisten, segala usaha perawatan pencerah wajah dipastikan akan sia-sia karena sinar UV akan terus merangsang produksi melanin.
Untuk mengatasi flek hitam yang sudah menahun, para ahli menyarankan kombinasi penggunaan sunscreen dengan produk skincare yang mengandung bahan aktif pemecah pigmen. Beberapa kandungan yang dinilai efektif antara lain vitamin C, niacinamide, retinol, alpha arbutin, hingga zat aktif lain di bawah pengawasan dokter kulit.