Satelit Landsat 9 milik Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA berhasil merekam fenomena ledakan populasi fitoplankton atau algal bloom di perairan Pyramid Lake, Nevada. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, fenomena alam tersebut dimanfaatkan para ilmuwan sebagai model pengujian dalam mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari luar angkasa.
"Pengamatan dari luar angkasa memberikan pengalaman berharga ketika kami mulai menguji potensi biologis di dunia lain," demikian penjelasan editor sebagaimana dilaporkan dalam catatan ilmiah. Kombinasi data citra satelit dan kondisi nyata di permukaan bumi menjadi kunci penting dalam memvalidasi metode deteksi biosifat masa depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, instrumen Operational Land Imager-2 menangkap citra warna alami dari ledakan fitoplankton yang mulai mendominasi perairan sejak Oktober 2024 lalu. Suku Pyramid Lake Paiute sebelumnya melaporkan peningkatan aktivitas alga seiring kondisi air mendukung pertumbuhan organisme tersebut secara masif.
Data tambahan dari satelit Sentinel-3 milik Badan Antariksa Eropa menunjukkan peningkatan kadar klorofil-a serta konsentrasi cyanobacteria di perairan itu. Menurut laporan resmi suku setempat, jenis cyanobacteria yang mendominasi adalah Nodularia spumigena, yakni mikroorganisme penghasil racun nodularin berbahaya bagi kesehatan manusia dan fauna air.
Pyramid Lake sendiri merupakan sisa dari Danau Lahontan purba yang terletak di kawasan gurun terpencil dekat Reno, Nevada. Perairan ini menyimpan ekosistem unik sebagai habitat asli ikan cui-ui terancam punah serta pernah mencetak rekor tangkapan ikan trout terbesar pada masa lampau.