Warga di sekitar Pantai Keramat, Dusun Buatan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, mendadak digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa kepala yang mengapung di bibir pantai pada Jumat sore, 24 Juli 2026. Berdasarkan laporan yang dihimpun, jasad tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB oleh warga setempat yang tengah beraktivitas mencari rumput laut di sekitar perairan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Saat ditemukan, korban mengenakan alat pelindung diri berupa wearpack berwarna oranye yang dilengkapi dengan logo perusahaan Evergreen. Rekaman video amatir yang beredar luas di tengah masyarakat memperlihatkan kondisi jasad yang telah berada di tepi pantai dan segera menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun. Sebagaimana diungkapkan oleh perekam video, pakaian khusus yang melekat pada tubuh korban memunculkan dugaan kuat bahwa ia merupakan seorang anak buah kapal atau ABK.
Menanggapi laporan warga tersebut, aparat penegak hukum langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Boyoh, memberikan konfirmasi resmi terkait penemuan jenazah anonim tersebut kepada awak media. "Tim langsung mendatangi tempat kejadian perkara setelah mendapat informasi dari masyarakat. Selanjutnya kami melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi," ujar AKP Stefanus Boyoh pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Berdasarkan analisis awak media, penemuan jenazah dengan kondisi mengenaskan dan tanpa identitas jelas ini menyisakan tanda tanya besar sekaligus meningkatkan perhatian terhadap keamanan serta keselamatan kerja di wilayah perairan. Mengutip langkah tindak lanjut kepolisian, jasad korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar Kalianda guna menjalani proses visum et repertum serta autopsi mendalam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami penyelidikan untuk mengungkap identitas asli korban serta mencari tahu penyebab pasti di balik kematian tragis tersebut. Aparat juga membuka ruang koordinasi luas, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kaitan dengan laporan orang hilang atau insiden kecelakaan laut di sekitar perairan Lampung Selatan.