Warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mendadak digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria di bawah Jembatan Jalan Terusan Ryacudu, kawasan Kota Baru, pada Minggu pagi, 29 Juni 2025. Peristiwa yang langsung menyita perhatian publik ini terekam dalam video amatir warga yang memperlihatkan kerumunan di sekitar lokasi kejadian, sementara aparat kepolisian sibuk melakukan proses identifikasi dan evakuasi jenazah di lahan kosong tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban teridentifikasi bernama Arika Arwin yang berusia 40 tahun dan tercatat sebagai warga asal Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, saat dikonfirmasi memberikan konfirmasi terkait penemuan jenazah yang menggegerkan warga setempat tersebut. "Benar, jenazah ditemukan oleh warga pada Minggu, 29 Juni 2025, sekitar pukul 06.00 WIB di bawah jembatan wilayah Jati Agung," ungkap AKBP Yusriandi Yusrin pada Senin, 30 Juni 2025.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara yang dilakukan oleh jajaran kepolisian, muncul dugaan kuat bahwa Arika Arwin merupakan korban dari tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan atau yang biasa dikenal sebagai begal. Indikasi tersebut diperkuat oleh temuan kondisi fisik serta situasi di sekitar korban saat pertama kali ditemukan oleh warga. "Dugaannya korban mengalami kekerasan yang mengarah pada aksi begal, dan itu yang menyebabkan korban meninggal dunia," jelasnya lebih lanjut.
Dari analisis awak media, jalur Terusan Ryacudu di kawasan Kota Baru memang dikenal sebagai salah satu titik yang cukup lengang pada jam-jam tertentu, sehingga kerap menjadi kerawanan tersendiri bagi para pengendara yang melintas. Menanggapi insiden berdarah ini, pihak kepolisian bergerak cepat dengan mendalami penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi mata, serta mengumpulkan berbagai barang bukti guna mengungkap tabir di balik kematian korban.
Mengutip laporan kepolisian setempat, aparat saat ini masih terus memburu para pelaku sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ekstra, khususnya saat harus melintasi kawasan-kawasan yang sepi dan minim penerangan. "Kami terus berupaya mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian ini. Mohon doa dan kerja sama masyarakat," pungkas AKBP Yusriandi Yusrin menutup keterangannya.