Perjalanan sejumlah kereta api di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta mendadak terhenti menyusul gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,5 yang berpusat di wilayah Bantul, Yogyakarta, pada Kamis sore. Getaran gempa yang terjadi sekitar pukul 17.20 WIB tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga hingga menjangkau wilayah Klaten dan sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengutamakan aspek keselamatan penumpang dan operasional, KAI Daop 6 langsung memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) terhadap seluruh perjalanan kereta api yang melintas di jalur terdampak. Langkah darurat ini diambil guna memberikan kesempatan bagi petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh pada infrastruktur rel dan jembatan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan bahwa tim teknik lapangan langsung bergerak cepat untuk memeriksa kondisi prasarana seperti jalur rel, jembatan, hingga memeriksa rangkaian kereta secara mendetail guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih banyak atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut," ujar Feni melalui keterangan resmi yang diterima oleh media.
Berdasarkan data operasional, tercatat ada sekitar 20 perjalanan kereta api yang harus berhenti sementara dengan durasi bervariasi antara 10 hingga 25 menit. Beberapa di antaranya meliputi KA Jayakarta, KA BIAS, KA Brantas, Commuterline Palur-Yogyakarta, KA Logawa, hingga KA Bandara YIA.
Durasi penghentian terlama dialami oleh KA Bandara YIA dan KA Bengawan yang sempat tertahan hingga 25 menit di jalur. Sementara itu, video amatir yang merekam momen berhentinya salah satu rangkaian kereta akibat gempa juga sempat viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram lokal di wilayah Prambanan, Klaten.
Setelah tim pemeriksa memastikan bahwa seluruh jalur lintas dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya pergeseran rel atau kerusakan jembatan, izin perjalanan kembali diberikan. Seluruh kereta api yang sempat tertahan akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan masing-masing.
"Pada pukul 17.42 WIB, seluruh lintas dinyatakan aman dan seluruh KA yang BLB dapat melanjutkan perjalanannya," pungkas Feni seraya menegaskan bahwa prosedur tanggap darurat pascagempa ini merupakan standar wajib demi keselamatan perjalanan kereta api.