Kasus dugaan keracunan massal menggemparkan warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 178 warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, serta karyawan SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar, Kecamatan Cawas, mendadak mengalami gejala mual dan pusing yang diduga bersumber dari makanan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, insiden ini bermula ketika para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah pada Jumat (14/8/2026) pagi. Menu yang disajikan meliputi nasi, nugget ayam homemade, tahu bumbu bali, tumis pokcoy wortel, jamur kuping, serta buah apel hijau.
Meskipun sempat menyantap makanan tanpa keluhan saat jam sekolah usai, gejala mulai dirasakan oleh para siswa sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta pihak sekolah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePetugas kesehatan telah mengamankan dan mengambil sejumlah sampel makanan, termasuk menu MBG dan jajanan roti, untuk dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta. Menurut pihak Dinkes Klaten, hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Meski jumlah korban mencapai ratusan orang, pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban yang sampai harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Sebagian besar korban hanya merasakan gejala ringan dan telah mendapatkan penanganan medis secara rawat jalan.
Kepala SDIT Sinar Fajar, Sri Joko Purwanto, menyampaikan bahwa kondisi para siswa saat ini sudah berangsur pulih dan aktivitas kegiatan belajar mengajar telah kembali normal. Kendati demikian, distribusi program MBG di sekolah tersebut untuk sementara waktu dihentikan sambil menunggu hasil investigasi resmi keluar.