General Motors NYSE GM menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh menyusul hasil paruh pertama yang sangat kuat, didukung oleh permintaan yang tangguh untuk kendaraan truk dan SUV. Chief Financial Officer GM Paul Jacobson menyampaikan bahwa perusahaan tetap mengantisipasi tekanan pada paruh kedua tahun ini akibat inflasi komoditas dan biaya relokasi produksi.
"Kinerja paruh pertama kami berjalan sangat luar biasa dan mendukung peningkatan panduan setahun penuh," ujar Jacobson dalam acara JPMorgan, Selasa 19 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa hasil positif tersebut terbantu oleh disiplin inventaris dan insentif di tengah isu keterjangkauan harga di pasar otomotif.
Di tengah adopsi kendaraan listrik atau EV yang berjalan lebih lambat dari perkiraan, GM melakukan penyesuaian kapasitas produksi untuk menekan kerugian pada tahun 2026. Perusahaan memproyeksikan kemajuan profitabilitas EV yang lebih signifikan akan tercapai pada tahun 2028 melalui perbaikan arsitektur baterai dan kendaraan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain itu, GM memperkirakan adanya perbaikan biaya garansi sebesar 1 miliar dolar hingga 1,5 miliar dolar secara tahunan. Perusahaan juga menjalin fasilitas pembelian senilai 4,5 miliar dolar guna mengamankan rantai pasok global dari potensi gangguan geopolitik maupun bencana alam.
Strategi Restrukturisasi Bisnis China dan Peluncuran Truk Baru
General Motors juga menyoroti kesepakatan perpanjangan usaha patungan di China bersama SAIC yang membuat operasi bisnis menjadi lebih mandiri secara finansial. Restrukturisasi tersebut dinilai mampu memberikan profitabilitas yang lebih konsisten di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi kawasan tersebut.
Dalam waktu dekat, GM bersiap meluncurkan platform truk baru ke ruang pamer pada bulan Desember mendatang serta memperluas produksi domestik untuk mengurangi risiko tarif. Konversi fasilitas di Orion dari produksi EV ke mesin pembakaran internal juga tengah dilakukan untuk mendukung lini produk mendatang.
Meskipun menghadapi transisi tenaga kerja dan efisiensi jangka pendek yang berlanjut hingga tahun 2027, peningkatan produksi domestik diharapkan mampu mengimbangi eksposur tarif perdagangan. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi hingga 2 juta unit menjelang tahun 2028.
Di sisi lain, bisnis pertahanan GM turut mencatatkan perluasan basis pendapatan dan mencapai titik impas melalui program kendaraan infanteri. Divisi ini dipandang sebagai kontributor margin masa depan yang memanfaatkan kapabilitas teknik perusahaan dengan kebutuhan modal yang relatif rendah.