Keluarga korban Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang karam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Langkah hukum ini diambil untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya anggota keluarga mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Laporan polisi tersebut dilayangkan oleh Andi Eka Gunarti, ibu dari bocah bernama Naurah (8) yang dinyatakan hilang bersama sang kakek, Umar, usai KM Nurul Salsa tenggelam. Perwakilan keluarga menduga adanya unsur kelalaian terkait keputusan mematikan mesin kapal yang mengalami over heating di tengah cuaca ekstrem.
"Setelah berkonsultasi dengan ahli hukum, kami memutuskan untuk melaporkan tragedi ini ke Polres Kepulauan Selayar sebagai bentuk keberatan kami," kata paman Naurah, Hasrul, saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu (22/7/2026).
Hasrul menjelaskan bahwa keputusan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum diambil setelah melalui proses musyawarah bersama keluarga besar. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa mesin kapal sempat sengaja dimatikan saat terombang-ambing di tengah lautan akibat panas berlebih.
"Informasi keluarga dapat bahwa mesin kapal sengaja dimatikan karena overheat. Itu yang membuat kami meminta pihak kepolisian diselidiki semuanya secara menyeluruh," ujar Hasrul menambahkan.
Menanggapi laporan tersebut, Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban. Polisi menyambut baik langkah tersebut dan memastikan proses hukum sudah berjalan sejak awal kejadian.
"Sudah melapor. Yang intinya bahwa laporan keluarga adalah hal yang wajar dan patut diapresiasi sebagai respon kehilangan anggota keluarga dari tragedi ini," tutur Suardi. Ia menambahkan bahwa penyidik Satreskrim Polres Kepulauan Selayar telah memeriksa lebih dari 20 saksi, termasuk nakhoda, ABK, korban selamat, dan pihak terkait lainnya.
"Insyaallah dalam waktu dekat akan kita gelar perkara, apakah kasusnya dapat kita naikkan ke penyidikan dan menentukan tersangka," kata Suardi menjelaskan tahapan hukum yang sedang bergulir.
KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7/2026) menuju Pelabuhan Benteng di Pulau Selayar. Namun kapal mengalami mati mesin di tengah laut dan terombang-ambing diterjang angin kencang serta gelombang tinggi sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.
Kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 78 orang, termasuk 8 Anak Buah Kapal (ABK), serta muatan sembako seberat 17 ton dan 4 unit sepeda motor. Berdasarkan data terbaru dari Basarnas Makassar, sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 16 penumpang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.